IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb — Pemanfaatan komoditas kelapa sawit di Kabupaten Berau dinilai belum optimal. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau pun mendorong pemerintah daerah untuk segera membangun industri pengolahan atau pabrik sawit guna meningkatkan nilai tambah ekonomi.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi menilai selama ini hasil perkebunan sawit di Berau masih didominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah tanpa proses lanjutan. Kondisi tersebut membuat potensi ekonomi yang seharusnya besar belum sepenuhnya dirasakan daerah, Senin (30/03).

“Selama ini sawit kita banyak dijual dalam bentuk bahan mentah, padahal jika diolah tentu nilainya jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan industri pengolahan menjadi langkah strategis untuk memperpanjang rantai produksi sekaligus meningkatkan daya saing komoditas daerah. Dengan adanya hilirisasi, manfaat ekonomi tidak hanya berhenti di sektor perkebunan, tetapi juga merambah sektor industri.

“Sektor pengolahan dan industri kita harus naik kelas. Dari situ kita bisa ciptakan lapangan kerja baru,” katanya.

Selain membuka peluang kerja, kehadiran industri pengolahan sawit juga diyakini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui investasi dan aktivitas ekonomi turunan yang lebih luas.

DPRD menilai, ketergantungan terhadap penjualan bahan mentah perlu segera diakhiri dengan strategi hilirisasi yang terarah dan berkelanjutan. Pemerintah daerah diminta tidak hanya melihat potensi produksi, tetapi juga menyiapkan langkah konkret dalam pengembangan industri.

“Pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi hilirisasi yang jelas agar pengembangan industri bisa berjalan efektif,” tegasnya.

Selain itu, aspek pasar juga dinilai penting dalam pengembangan industri sawit. Produk turunan yang dihasilkan harus memiliki daya saing agar dapat terserap di pasar, baik dalam negeri maupun luar daerah.

Dengan dorongan tersebut, DPRD berharap pengembangan industri pengolahan sawit tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar direalisasikan sebagai bagian dari transformasi ekonomi Berau ke sektor yang lebih berkelanjutan. (ADV/Pan).