IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menekankan pentingnya perencanaan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) memiliki peran strategis sebagai pusat perumusan arah pembangunan daerah. Karena itu, setiap program yang dirancang harus benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

“Bapelitbang ini ibarat jantung dalam perencanaan. Jangan hanya melihat dari sisi serapan APBD, tapi bagaimana hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” ujar Rudi, Senin (27/4/2026).

Ia menegaskan, seluruh rencana pembangunan yang disusun Bapelitbang harus dapat diterjemahkan dan dilaksanakan secara optimal oleh perangkat daerah lainnya. Sinkronisasi antarorganisasi perangkat daerah dinilai menjadi kunci agar program tidak berhenti pada tahap perencanaan.

Selain itu, Rudi juga mendorong agar penganggaran dilakukan melalui kajian yang komprehensif, sehingga setiap program benar-benar tepat sasaran. Ia menilai, prioritas pembangunan harus selaras dengan visi dan misi kepala daerah serta kebutuhan riil di lapangan.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya pembangunan yang berbasis manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pendekatan sektoral tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus terintegrasi.

Ia mencontohkan sektor pariwisata yang tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur dan penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kalau bicara wisata, jangan hanya dinasnya saja. Infrastruktur jalan, pelaku UMKM, semua harus ikut mendukung,” jelasnya.

Rudi juga menekankan perlunya perhatian terhadap sektor pertanian dan infrastruktur dasar di wilayah kampung. Peningkatan kualitas jalan dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di daerah pedesaan.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar pembangunan tidak dilakukan secara seremonial tanpa memperhatikan efektivitas. Ia menyinggung proyek drainase yang kerap dibangun, namun belum mampu mengatasi persoalan genangan air.

“Jangan sampai kita bangun drainase, tapi genangan masih tetap ada. Artinya perencanaannya perlu dievaluasi,” tegasnya. (ADV/Pan).