Langkah Kecil dari Kampung, Kursi Rotan Dayak Basap Mulai Menjangkau Pasar Luas
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Upaya menggerakkan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berbasis lokal terus tumbuh di Kabupaten Berau. Di Teluk Sumbang, pemuda Dayak Basap mengembangkan kursi rotan yang memadukan tradisi dan desain modern untuk menembus pasar yang lebih luas.
Produk yang dihasilkan tidak sekadar menawarkan fungsi, tetapi juga mengangkat nilai budaya lokal melalui teknik anyaman khas Dayak. Di sisi lain, para pengrajin juga mulai menyesuaikan desain dengan selera pasar modern agar mampu bersaing dengan produk sejenis.
Pengembangan kerajinan ini tidak lepas dari pendampingan Koperasi Abaya Baya Abuat yang membina para pemuda dalam meningkatkan kualitas produksi, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran.
Dukungan juga datang dari Dekranasda Berau yang membantu penyediaan peralatan produksi. Bantuan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kualitas hasil kerajinan.
Kursi rotan yang dihasilkan memiliki karakter kuat dan tahan lama, sekaligus menonjolkan keunikan desain berbasis kearifan lokal. Para pengrajin memadukan teknik tradisional dengan sentuhan kontemporer agar produk lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Dari sisi bahan baku, rotan diperoleh dari hutan sekitar dengan pengelolaan yang memperhatikan keberlanjutan. Proses produksi juga dilakukan secara efisien dengan meminimalkan limbah, sehingga tetap sejalan dengan prinsip ramah lingkungan.
Dalam memperluas jangkauan pemasaran, para pemuda mulai memanfaatkan media sosial dan platform digital. Upaya ini membuka peluang pasar hingga ke tingkat nasional.
Di sisi lain, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Berau turut memberikan pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia para pengrajin.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pihaknya mendorong para pengrajin untuk terus berproduksi dan memperluas jejaring usaha.
“Setelah pelatihan, kami berharap para pengrajin tetap konsisten berproduksi, berkolaborasi, dan memperluas jaringan agar jangkauan pasar semakin luas,” ujarnya.
Selain pelatihan, pemerintah daerah juga membantu dalam aspek promosi agar produk kerajinan rotan dari Teluk Sumbang semakin dikenal.
Dengan dukungan berbagai pihak, pengembangan kerajinan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga menjadi upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas lokal di tengah arus modernisasi. (*/Pan).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.